Bagaimana Seorang Editor Menilai Sebuah Naskah?

oleh  Abu Al-Ghifari

Editor atau redaktur adalah pembaca pertama naskah yang dikirimkan kepadanya. Ia membaca karya pengarang. Sebagai seorang pembaca, ia tidak hanya sekedar membaca, tetapi juga menilai dan mempertimbangkan apakah karangan ini pantas dan berguna bagi pembaca?

Pada hakikatnya naskah yang masuk mempunyai dua ciri:
(1) naskah yang ditulis penulis amatir dan
(2) naskah yang ditulis pengarang profesional.

Kebanyakan naskah yang diterima editor manapun di atas bumi ini berasal dari penulis amatir ketimbang penulis profesional. Kaum amatir mungkin saja berprofesi guru, penatar, dan sebagainya, namun cara penulisannya masih “mentah” atau meniru-niru gaya penulis lain sehingga tidak orisinil. Editor yang terlatih sangat tangkas, mengenali tulisan semacam ini. Bahkan ada editor yang mengatakan bahwa ia menerima naskah dari kelompok amatir (90%) dan dari kelompok profesional (10%).

Penulis amatir umumnya miskin argumentasi dan kurang memperhatikan sistematika penulisan (apakah untuk mass media ataukah untuk bidang sendiri). Sulitnya, justru yang 10% itulah yang menjadi tumpuan harapan editor untuk memperoleh karangan yang baik dan memenuhi syarat dari segi isi dan bentuk.

Penerbit surat kabar atau majalah mempunyai cara sendiri untuk memproses naskah yang diterimanya. Setiap penerbit mempunyai “house-style” yang berlaku di penerbitnya. Naskah yang masuk ke sekretariat diteruskan kepada “pembaca” pertama dan kemudian diserahkan kepada editor yang bertanggung jawab pemuatannya (setelah diseleksi). Pengarang yang profesional berharap sesuatu dari karangannya, begitu juga editor yang profesional berharap sesuatu dari karangan yang diterbitkannya.

Nah, jelasnya, mengapa sebuah karangan dikembalikan?

  • Karangan tersebut tidak cocok dengan misi media bersangkutan atau terlalu bersifat menggurui.
  • Karangan tersebut mirip-mirip dengan karangan yang telah pernah dimuat.
  • Terlalu panjang untuk topik tertentu atau mungkin juga terlalu pendek.
  • Kalau menyangkut karangan kreatif, mungkin tulisan tersebut terlalu lemah dari segi karakter (tokoh), plot maupun atmosfer pada bagian-bagian tertentu karangan tersebut.
  • Terlalu sarat dengan teori yang mungkin melelahkan pembaca atau berbau propaganda yang tidak disenangi pembaca.
  • Tulisannya tidak rapi atau sukar dibaca

Alangkah bijaksananya jika penulis belajar dari kesalahan itu dan berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi. Untuk itu jika naskah dikembalikan, maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan:
a. Arsipkan naskah itu (jangan dibuang).
b. Konsultasikan dengan penulis profesional tentang letak kekurangannya.
c. Perbaiki dan ketik lagi, kirim ke media lain.

Media yang telah bonafide, kadang menyertakan keterangan singkat tentang penyebab artikel Anda dikembalikan. Untuk itu Anda tinggal memperbaikinya dan mengirim ke media lain yang visinya sesuai untuk artikel itu. Namun keterangan singkat itu kadang membingungkan karena formatnya telah jadi dan redaksi kadang dengan seenaknya menilai artikel kita dengan format itu. Hal itu terjadi karena begitu banyak artikel yang dikirim penulis dan redaksi tidak ada waktu banyak untuk membaca seluruhnya, hanya artikel yang berkualitas yang akan diambil redaksi.

Menyikapi Artikel yang Tidak Dikembalikan
Semua penulis berharap artikelnya diterbitkan atau paling tidak dikembalikan jika tidak diterbitkan. Kenyataannya, jangankan diterbitkan, dikembalikan pun tidak.

Mengantisipasi hal tersebut, penulis sebaiknya mengarsipkan dalam komputernya atau artikel itu difoto copy sebelum dikirim. Jika tidak diterbitkan dan redaksi tidak mengembalikannya, naskah Anda bisa diketik atau diprint lagi untuk dikirim ke media lain.

Berapa lamakah memastikan artikel itu tidak akan diterbitkan? Hal ini sangat variatif. Untuk surat kabar harian biasanya antara seminggu hingga dua minggu dari semenjak dikirim; untuk tabloid (mingguan), biasanya antara dua minggu hingga sebulan dari semenjak dikirim. Untuk media cetak bulanan seperti majalah, biasanya antara dua hingga empat bulan dari semenjak dikirim.Untuk itu jika dalam jangka waktu tersebut artilel Anda tidak juga diterbitkan, maka naskah Anda boleh diketik lagi atau diprint lagi dan kirim ke media cetak lain.

Jangka waktu yang kami sebutkan itu bukanlah hal baku, hal itu hanya menurut rata-rata saja dari pengalaman kami. Kadang ada artikel yang setelah satu tahun baru diterbitkan.

___________
sumber : PenulisSukses by Abu AlGhifari

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>