Bahasa Jurnalistik

Bahasa Jurnalistik

Oleh: Tasaro GK

Pengertian:
– gaya bahasa yang digunakan wartawan di media;
– bahasa komunikasi massa.
– bahasa koran (Newspaper Language).

Karakter:
– lugas (straight to the point),
– ringkas (hemat kata, economy of words),
– padat,
– sederhana,
– umum,
– mudah dimengerti,
– komunikatif,
– denotatif –bermakna tunggal, tidak konotatif,
– tidak berbunga-bunga,
– tidak bertele-tele, dan
– tanpa basa-basi.

Alasan Penggunaan:
– Keterbatasan ruang dan waktu;
– Kepentingan pembaca –headline readers/lead readers;
– Heterogenitas pembaca — tingkat ukuran intelektual
minimal.

Karakter Spesifik
1. Singkat, menghindari penjelasan yang panjang dan
bertele-tele.
2. Padat, dalam kata dan kalimat pendek mampu menyampaikan
informasi lengkap –membuang kata-kata mubazir dan
menerapkan ekonomi kata.. Kalimat pendek lebih mudah
dimengerti.
3. Sederhana:
(a) memilih kalimat tunggal, bukan kalimat majemuk
yang panjang, rumit, dan kompleks;
(b) menggunakan bahasa orang awam, menghindari kata-
kata asing dan istilah-istilah yang terlalu
teknis ilmiah.
4. Lugas, mampu menyampaikan pengertian atau makna
informasi secara langsung dengan menghindari bahasa
yang berbunga-bunga.
5. Menarik, artinya dengan menggunakan pilihan kata yang
masih hidup, tumbuh, dan berkembang.
6. Jelas, mudah dipahami, tidak menimbulkan tafsiran ganda
(ambigue) dan tidak menggunakan bahasa kiasan konotatif)
7. Hemat Kata, prinsip ekonomi kata (economy of words)
e.q. kemudian – lalu; sekarang – kini; kurang lebih –
sekitar.

Hindari Kata Mubazir –
– “adalah” (kata kopula),
– “telah” (petunjuk masa lampau),
– “untuk” (to),
– “dari” (of),
– “bahwa” (sebagai kata sambung).

Termasuk Kata Mubazir: Pleonasme (berlebihan), misalnya:
– saling tolong-menolong,
– saling bahu-membahu,
– banyak buku-buku;
– turun ke bawah, naik ke atas

Hindari Kata Jenuh
Kata Penat (Tired Word)/ungkapan klise (stereotype), yaitu ungkapan yang sering dipakai dalam transisi (peralihan) berita atau kata perangkai satu fakta ke fakta lain (coupling pins).
– Sementara itu,
– Dapat ditambahkan,
– Perlu diketahui,
– Dalam rangka,
– Bahwasanya,
– Sehubungan dengan hal itu,
– Selanjutnya,
– Adapun,
– Yang mana,
– Di mana,
– Sebagaimana kita ketahui…

Prinsip Penulisan Kalimat
1. Teratur dan Lengkap –SPOK.
2. Satu Gagasan Satu Kalimat –hindari anak kalimat.
3. Mendisiplinkan Pikiran –konsisten kalimat aktif atau
pasif.
4. Kejelasan –makna tunggal, mudah dipahami.
5. Ekonomi Kata –ringkas.

Teknis Penghematan:

(a) Unsur kata:
– agar supaya –> agar, supaya;
– akan tetapi –> tapi;
– apabila –> bila, jika;
– sehingga –> hingga;
– meskipun –> meski;
– walaupun –> walau;
– tidak –> tak;
– semakin –> makin, kian;
– kemudian –> lalu;
– terkejut –> kaget;
– sangat –> amat;
– sekarang –> kini;
– kurang lebih –> sekitar.

(b) Kata Baku (EYD) juga lebih menghemat kata:
– rubah – ubah;
– kongkrit – konkret;
– himbau – imbau;
– handal – andal;
– terlanjur – telanjur;
– terlantar – telantar;
– hutang – utang.

(c) Unsur Kalimat:
– ”adalah” di awal kalimat;
– akan, sudah, jika sudah ada unsur keterangan waktu;
– bahwa;
– melakukan pencurian – mencuri,
– mengalami penderitaan – menderita,
– dsb.
—————————————————-
Tasaro GK adalah salah satu tim pemateri Pellatihan Jurnalistik Intermedia

SHARE THIS:

Komentar

Leave a Reply

error: Content is protected !!
mautic is open source marketing automation -->