Latihlah anak Anda menulis sejak usia dini

Ada seorang ibu bertanya pada saya, apakah anaknya yang masih usia 6 tahun sudah bisa belajar menulis?

Sejenak saya tertegun. Saya membuka kursus menulis memang sudah lama, sejak tahun 1990. Tapi semua peserta yang saya bimbing umumnya kalangan remaja dan mahasiswa. Baru sejak tahun 2004 saya mulai mengajar untuk orang-orang tua kantoran (perusahaan/instansi). Namun saya belum pernah membimbing anak-anak apalagi yang masih TK. Itulah sebabnya saya tertegun.

Tetapi selama saya berinteraksi dengan para mahasiswa saya ataupun para dosen, manager, eksekutif yang ikut kelas saya …ada satu kalimat yang paling sering keluar dari mulut mereka. Tampaknya kalimat itu telah jadi paradigma yang begitu kuat membenam dalam bawah sadar mereka, yaitu: menulis itu susah atau menulis itu perlu bakat. Saya rasa bahkan bagi kebanyakan kita ungkapan itu “memang sudah menjadi sebuah kebenaran”.

Pertanyaannnya, dari mana datangnya paradigma itu? Sejak kapan?

Mengapa ia kita percayai?

Sekarang saya merasa yakin sekali, bibit-bibit keyakinan itu bermula ketika kita masih kecil, ketika kita masih berusia dibawah 10 tahun. Ketika sambungan-sambungan sel-otak kita sedang “membangun dirinya”.

Pada waktu itu mungkin kita mengalami pengalaman-pengalaman negatif tentang menulis. Bisa jadi ketika di sekolah. Lalu tersimpanlah kalimat “menulis itu memang susah”. Ketika peristiwa sejenis berulang, kalimat itu tersimpan lagi. Terus berulang. Diperkuat lagi oleh kata-kata teman kita, kata-kata guru kita. Lama-lama kita pun percaya. Lalu “mekanisme otomatis” di otak kita melumpuhkan kerja kreatif kita. Begitu terus sampai kita dewasa.

Apa ini artinya bagi kita sebagai orang tua? Apakah kita ingin anak-anak kita juga menyimpan “kalimat” itu? Tentu tidak bukan?

Karena itu mari kita berikan “pengalaman yang berbeda” kepada anak-anak kita. Bantu mereka agar mampu berkomunikasi, tidak hanya dalam berbicara, tetapi juga dalam menulis makna-makna. Karena itulah saya percaya, sangat penting sekali anak-anak kita belajar menulis sejak usianya di bawah 10 tahun. Bahkan menurut saya seharusnya ini sudah dimulai sejak usia mereka masih balita. Sehingga ketrampilan berkomunikasi anak-anak kita menjadi lengkap.

Bukan jadi penulisnya yang penting. Yang jauh lebih penting lagi adalah ketika mereka tak lagi menganggap menulis itu susah. Ketika mereka suka menuliskan apapun yang ingin mereka sampaikan. Ketika mereka menjadi kreatif karena “otak kanan” nya bekerja dengan baik.

Kita perlu membuat anak-anak kita “suka” membaca dan sekaligus suka menuliskannya. Ketika terbit rasa cinta mereka pada kegiatan membaca dan menulis .. ini sungguh akan luar biasa sekali dampaknya.

Seharusnya kita pasang poster besar di dinding rumah kita, pesan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.

SHARE THIS:

Komentar

Leave a Reply

error: Content is protected !!
mautic is open source marketing automation -->