Menulis Ke Media-Massa, Jangan “Ngarang”

Sebuah tulisan untuk media-massa sebenarnya tidak selalu harus benar-benar “tulisan pribadi” atau yang sering kita bayangkan sebagai karya asli/original, meluncur dari kata-kata sendiri, buah pikiran asli, murni.

Ada memang jenis naskah yang lebih enak ditulis dengan cara “mengarang“, yaitu yang keluar dari hati nurani atau pikiran sendiri. Misalnya saat menulis surat pribadi atau surat pembaca, menulis cerita, menulis essay/opini, menulis hasil pengamatan, pengalaman atau observasi.

Akan tetapi untuk tulisan jurnalistik, cara “ngarang” ini biasanya belum pas sebagai naskah jadi. Kekuatan naskah karya jurnalistik sebenarnya terletak pada “isi atau materi” alias substansi. Dan hal ini tidak mungkin dihasilkan hanya mengandalkan pikiran sendiri apalagi melulu suara hati penuh emosi. Pembaca berita tidak akan peduli dengan pikiran anda, juga perasaan anda. Yang mereka mau, fakta-fakta apa yang anda temukan dan laporkan. Yang perlu kita fokus ya pada fakta-fakta itu.

Jadi, kalau mau menulis untuk media-massa, rahasianya : BAHAN! Skill menulis apapun yang anda miliki saat ini, pakai sajalah. Asal bisa menulis kalimat yang orang lain mengerti, sudah cukup itu. Soal bagus atau jelek, biarkan saja. Ntar juga diperbaiki sama editor/redaktur, asalkan memang isinya “layak terbit”.

Sambil terus berjalan, saking seringnya menulis, lama-lama skill atau cara kita menulis itu akan baik juga secara otomatis. Akan berlaku teori “kuantitas akan melahirkan kualitas“.

______________
* Penulis: Nilna. Silakan juga kunjungi juga blognya di pustakaNilna.com

SHARE THIS:

Komentar

Leave a Reply

error: Content is protected !!
mautic is open source marketing automation -->