Satu kriteria yang membuat naskah punya kans besar diterbitkan oleh penerbit adalah keunikannya. Ada empat hal yang merupakan basis keunikan sebuah naskah, yaitu
• topik yang diangkat oleh naskah;
• gaya penulisan naskah (style);
• format pengemasan naskah;
• judul naskah.

Karena itu, salah satu teknik memunculkan keunikan ini adalah dengan dua cara:

  • membandingkan buku yang berasal dari naskah sejenis sehingga dibuatlah diferensiasi dari naskah yang sedang digarap;
  • memikirkan cara-cara baru mengemas dan memformat naskah, misalnya menggabungkan gaya penulisan popular dan visualisasi untuk membuat naskah lebih hidup.

Para penulis pemula tentu harus banyak berlatih untuk menyiapkan naskah first time goal yang bisa langsung menjebol gawang editorial buku. Karena itu, diperlukan sekali kegiatan membaca, terutama karya buku best-seller (yang memang belum tentu ditulis oleh seorang penulis buku terkenal) sebagai bahan pelatihan. Buku-buku best-seller bisa menjadi cermin efektif untuk mengukurnya dengan naskah yang sedang digarap. Jadi, jangan terlalu subjektif menilai naskah Anda layak jual atau unik sekali sebelum Anda memahami bagaimana buku-buku best-seller bisa diterbitkan dan digandrungi oleh banyak orang.

Ada beberapa faktor lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap diterbitkannya naskah Anda sebagai naskah potensial. Faktor lain ini bisa juga mendukung keunikan yang ada. Beberapa faktor tersebut:

  • Tren. Naskah yang mengikuti tren yang lagi hangat cenderung dapat diterima oleh pembaca dan banyak disukai penerbit yang mengedepankan tren naskah. Misalnya, naskah teenlit ataupun chiklit yang menggejala di satu memang disenangi beberapa penerbit yang berhaluan fiksi remaja. Dan tentu yang dicari adalah yang paling unik.
  • Momentum. Naskah unik yang muncul sebelum momentum dan justru berkaitan dengan momentum sangat punya peluang diterbitkan. Misalnya, Anda menggarap naskah unik tentang ibadah puasa sebelum bulan Ramadhan dan sangat berbeda dengan buku-buku lainnya, tentu sangat diperhitungkan oleh penerbit. Misalnya, seorang anak kecil menulis buku “Shaum di Mata Anak” tentu bisa berpeluang menjadi bacaan anak best-seller saat bulan Ramadhan.
  • Penulis. Latar belakang penulis yang punya reputasi di bidang yang dia tulis bisa menjadi satu faktor penguat keunikan naskah. Apalagi kalau penulisnya unik dari sisi umur, sisi pengalaman, maupun sisi ketenaran. Anda lihat bagaimana buku anak ciptaan Madonna (English Rose) menjadi best seller karena memang ada faktor penulis sebagai seorang selebriti penyanyi, tetapi menulis cerita anak.

Apakah berarti kalau naskah Anda ditolak salah satu alasannya karena tidak unik? Bisa jadi memang demikian karena naskah Anda terlihat biasa-biasa saja, ditulis dengan gaya penulis kebanyakan, atau ada kecenderungan meniru-niru gaya yang sudah ada. Karena itu, banyaklah bereksperimen jika Anda ingin menulis naskah buku yang unik. Menulis buku merupakan lompatan, sedangkan menulis artikel atau cerpen ibarat langkah kecil yang tidak memerlukan nafas panjang.

Selamat menulis dengan segala keunikan Anda!


*Oleh Bambang Trim, praktisi perbukuan nasional.
Pemateri Pelatihan Menyunting Naskah yang diselenggarakan oleh Sekolah-Menulis.com

sumber : http://www.bambangtrim.com/naskah-unik/