Teknik Menulis Artikel

Teknik Menulis Artikel

Teknik menulis artikel yang sering saya sampaikan dalam berbagai pelatihan penulisan dan kursus menulis sejak tahun 1992 adalah RESEARCH + REWRITE.

– Research atau re + search, artinya ya searching atau riset.
– ReWrite atau re + write, artinya menulis ulang.

Penjelasannya gini …

Ilustrasi Teknik Menulis Artikel
Ilustrasi Artikel

Artikel yang baik, menurut saya sih, mestilah artikel yang hebat isinya. Bermanfaat, bergizi, ada sesuatu yang baru, ada ilmu baru, atau mungkin ada fakta-fakta baru.

Jika tidak, maka artikel itu bisa saya katakan “kosong”. Sekalipun mungkin ada banyak kata dan kalimat di dalamnya.

Jadi, kesimpulannya adalah artikel yang baik musti KAYA dengan KONTEN.

Supaya KAYA dengan konten, maka penulis nggak boleh “ngarang”, nggak bisa hanya mengandalkan isi kepalanya saja. Ia harus “keluar” mencari dan mengumpulkan BAHAN.

Jadi pekerjaan utama penulis artikel adalah BAHAN dulu. Bukan menulis. Istilah lainnya “research” atau riset.

Kalau penulis artikel malas mencari bahan, nggak suka baca sumber-sumber yang beragam (dan banyak), maka dapat dipastikan artikel yang dihasilkan “lemah”, bahkan bisa jadi “kosong”.

Apalagi sekarang. Semua serba dimudahkan. Om google akan banyak sekali membantu proses searching ini. Yang penting lakukan riset. Sekalipun kecil-kecilan.

Tujuan utamanya adalah PENGUASAAN MASALAH dan KAYA dengan konten.

Apabila bahan yang digali sangat banyak, dari berbagai sudut pandang, kaya dengan data dan fakta, maka penulis tersebut akan lebih menguasai masalah, lebih banyak tahu dibanding pembaca, lebih paham. Ide-ide akan berloncatan, dan proses “burning” (pembakaran) akan terjadi dalam diri sang penulis.

Dalam kondisi begini, maka MENULIS ARTIKEL jadi jauh lebih mudah. Kata-kata akan meluncur dengan cepat, gagasan demi gagasan saling berlompatan.

Apabila proses re-search ini selesai, maka teknik berikutnya dalam menulis artikel adalah REWRITE (menulis ulang). Lebih tepatnya MERAMU.

Yang kita lakukan adalah meramu ide-ide, meramu data dan fakta menjadi sesuatu yang baru.

Artikel yang dihasilkan bisa IDE BARU sang penulis, misalnya jika ia menulis artikel opini. Bisa juga sebuah statement atau pendapat atau teori “baru” penulis terhadap suatu masalah. Bisa juga paparan lebih mendalam tentang sesuatu (misalnya artikel pengetahuan populer), atau bisa pula mungkin tinjauan yang lebih kritis tentang suatu peristiwa sosial politik, dllsb.

Sementara kita akhiri dulu bahasan singkat teknik menulis artikel ini ya. Nanti akan kita bahas berbagai teknik menulis dan kiat menulis lainnya pada tulisan berikutnya.

Semoga bermanfaat.

_____________________
penulis: Nilna Iqbal, founder sekolah-menulis.com

SHARE THIS:

Komentar

Leave a Reply

error: Content is protected !!
mautic is open source marketing automation -->