Kebahagiaan Penulis

Kebahagiaan Penulis

“Apabila engkau bukan anak seorang ulama atau bukan anak seorang raja maka jadilah seorang penulis.” (Ali Bin Abi Thalib)

Apabila seseorang sadar bahwa kematian akan memotong dan menghentikan seluruh usaha dan amalnya, niscaya ia akan senantiasa beramal dan bekerja dimasa hidupnya untuk memperoleh ganjaran dan pahala yang abadi. Jika ia memiliki harta di dunia, maka ia akan berusaha untuk mewakafkannya, mensedekahkannya dan berinfak dengan hartanya itu.

Ia akan menanam tanaman yang bisa dinikmati oleh generasi penerusnya. Ia akan membangun dan membuat aliran sungai. Ia akan berusaha membangun keluarga yang bisa mendoakannya ketika dirinya telah menghadap Allah SWT. Ia akan melaksanakan segala amalan perbuatan yang pahalanya bisa dipetik tanpa henti.

Untuk memperoleh dan mendapatkan pahala yang abadi yang bisa dipetik tanpa henti dari Allah SWT. Seseorang juga akan menulis buku-buku yang bermanfaat yang bisa dibaca oleh setiap orang setelahnya dan senantiasa Ia beramal dan berbuat berbagai kebajikan. Dari karya-karyanya banyak orang yanga dapat mengikuti jejak amal yang telah diperbuatnya.

Itulah manusia-manusia yang tidak pernah mati. Betapa banyaknya manusia yang mati, namun pada hakekatnya mereka selalu hidup. Ia hidup melalui jiwanya, hidup melalui tulisan dan hasil karyanya. Sehingga Ia selalu memperoleh pahala yang selalu mengalir seperti air karena karya penulisan yang ditinggalkannya.
——————————————————————
Sumber: Shaidul Khathir, Imam Ibnu Al-Jauziy (terjemahan_Samson Rahman_hlm.36

Ragam Tulisan Fiksi

Ragam Tulisan Fiksi

Perkembangan cerita fiksi di kalangan masyarakat dewasa ini semakin positif. Berbagai kisah rekaan dan karangan dari imajinasi penulis, kini merupakan salah satu genre yang banyak diminati oleh pembaca dan penulis. Banyak penulis baru yang menerobos kerasnya rimba dunia penerbitan melalui jenis ini. Di sisi lain, banyak pula pembaca yang mengenal dunia tulis-menulis karena membaca karya-karya dengan cerita imajiner yang ringan dan menyenangkan untuk dibaca.

Perkembangan positif dari cerita fiksi ini, membuat jenis-jenis barunya bermunculan. Jenis-jenis yang membagi fiksi ke dalam cerita-cerita detail yang semakin khusus lagi. Masih fiksi, namun alurnya semakin khusus. Salah satu penerbitan mainstream yang membuat pembagian jenis-jenis fiksi ini adalah Gagas Media.

Sebagai sebuah media penerbitan buku yang mainstream, Gagas Media mencoba memudahkan pembaca dan calon penulisnya untuk mencari, jenis fiksi mana yang cocok dan sesuai dengan karakter mereka. Gagas dengan cerdas membagi karya fiksi ke dalam beberapa jenis, berdasarkan alur dan setting ceritanya. Inilah beberapa jenis Fiksi menurut Gagas Media:

1. Romance

– Domestic Drama

Mengungkap kehidupan rumah tangga, terutama bagi yang baru mulai berumahtangga, memang memiliki keunikan tersendiri. Saat ini, tidak jarang penulis yang membuat novel dengan latar belakang keluarga. Kamu juga bisa menulis kehidupan seperti itu.

-Mainstream Romance

Mainstream Romance merupakan kategori novel romance yang tokoh utama wanitanya sudah di-set sejak awal untuk berjodoh dengan tokoh utama laki-lakinya.

-Baby Love

Romance adalah genre yang dinamis dan salah satu buktinya adalah kelahiran genre Baby Love ini. Tokoh utama perempuan adalah single mother, sedangkan tokoh laki-lakinya kelak akan menerima keadaan si tokoh perempuan dan juga anaknya—sebaliknya juga bisa.

2. Young Adult (remaja)

-Campus Drama

Pembaca akan dibawa ke kehidupan mahasiswa dengan segala masalah yang kelak akan dihadapinya. Di antara SKS, jadwal kelas kuliah, skripsi, interaksi dengan dosen dan staf kampus, KRS, ujian, kuliah semester pendek, asrama/rumah kost, si tokoh utama mendapatkan pelajaran yang tidak ditemukannya di SMU: belajar mandiri, persahabatan, pahit manis hidup jauh dari orangtua—dan kalau beruntung… cinta.

-Realistic Fiction

Novel remaja nggak melulu menyoal percintaan. Mereka juga ingin dilibatkan dalam permasalahan dalam keluarga, menyelesaikan sendiri persoalan pribadinya, dan belajar dari kesalahan yang mereka buat di hari-hari lalu. Kalau kamu merasa bisa menyajikan novel yang memperlihatkan kehidupan realistis remaja yang sebenarnya, mungkin ini adalah genre yang kamu cari.

-Teen Romance

Teen Romance merupakan kategori novel romantis yang ceritanya ringan. Seperti halnya kisah cinta masa remaja kebanyakan.

Itulah jenis karya fiksi menurut Gagas Media. Tentu saja, tidak semua penerbit menyetujui pembagian jenis fiksi seperti ini. Bisa dibilang setiap penerbit memiliki versinya sendiri dalam membagi jenis karya fiksi. Jika kamu adalah seorang penulis pemula, disarankan untuk mengikuti aturan penerbit terlebih dahulu, agar jalan menerbitkan buku pertama bisa terbuka. Jika kamu adalah pembaca karya sastra dan populer, maka tak perlu risau memikirkan jenis fiksi seperti ini.
—————————————————————–
http://sastranesia.com/jenis-jenis-cerita-fiksi-menurut-gagas-media/

Menulis Fiksi & Non Fiksi

Menulis Fiksi & Non Fiksi

Ada dua golongan besar jenis tulisan, yaitu fiksi dan non-fiksi. Keduanya membutuhkan imajinasi. Bedanya, tulisan fiksi menggunakan imajinasi sebagai bahan baku, sedangkan tulisan nonfiksi memanfaatkan imajinasi untuk memahami masalah atau realitas/fenomena. Masing-masing golongan terdiri atas beragam jenis tulisan.

Beragam tulisan tercipta melalui proses kreatif menulis yang beragam pula. Setiap penulis atau pengarang memiliki pengalaman khas dalam menghasilkan tulisan. Beberapa kesamaan atau kemiripan pengalaman proses kreatif dalam menulis bisa saja terjadi, namun tidak akan pernah sama persis.

Ada baiknya membandingkan proses kreatif dari banyak penulis, kemudian kita naik-kan abstraksinya untuk mencari kesamaan atau melakukan sintesis. Hasil abstraksi dan sintesis itu dapat kita manfaatkan untuk mengembangkan proses kreatif kita dalam menulis.

Percayalah, setiap orang bisa kreatif. Anda juga dapat kreatif menulis apa pun, asal punya rasa ingin tahu, sensitif, sabar dan cermat mendengar dan mengamati, serta tekun menulis. Kreativitas itu bukan takdir. Kreativitas adalah hasil jerih payah setiap orang yang mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri.

Proses kreatif menulis fiksi
Pamusuk Eneste mengumpulkan banyak kisah tentang proses kreatif para sastrawan. Jilid ke-4 yang saya baca memuat 14 kisah proses kreatif, antara lain tulisan Aoh K. Hadimadja, Acep Zamzam Noor, Motinggo Busye, Seno Gumira Ajidarma, dan Ayu Utami. Gagasan Ayu Utamilah yang menarik perhatian saya karena tidak lazim.

Ayu Utami sepakat dengan tafsiran Sutardji Calzoum Bachri bahwa pada awalnya adalah kata, bukan makna. “Kata-kata bukan alat pengantar pengertian. Kata adalah pengertian itu sendiri.” Sutardji melepaskan morfem (unit terkecil bahasa yang bermakna) dan maknanya, lalu terhasilkan kegaiban dari bunyi-bunyi yang telah bebas itu. Ayu percaya, baris-baris sajak Sutardji terutama lahir dengan eureka: dengan spontanitas dan letupan yang tak gampang dipahami, tak terancang, dan tak terukur (Ayu Utami dalam Eneste, 2009: 1).

Puisi atau prosa pendek (cerpen dan fiksimini) mungkin mudah tercipta hanya dengan spontanitas, lain halnya dengan prosa panjang. Memang ada pengarang/penulis yang berhasil menyelesaikan novel kurang dari seminggu. Tetapi proses kreatif dalam hitungan hari atau lebih bukanlah spontanitas. Perencanaan tulisan sesederhana outline atau plot sekalipun, memudahkan penyelesaian tulisan.

Proses kreatif menulis nonfiksi
Untuk keperluan penulisan berita, ada acuan lain untuk menggali informasi: news value.

Situs http://www.uncp.edu/home/acurtis/Courses/ResourcesForCourses/NewsValues.htmlmenyebut tujuh nilai berita:

impact(dampak)
timeliness (aktualitas, kebaruan)
prominence (kemenonjolan)
proximity (kedekatan geografis)
bizarreness (keanehan)
conflict (konflik)
currency (uang).

Acuan pemberitaan atau kegiatan jurnalistik yang lebih mendasar dikemukakan oleh Kovach & Rosenstiel (2001) yang biasa diterjemahkan menjadi sembilan elemen jurnalisme:

Kewajiban pertama jurnalisme adalah mengungkap kebenaran
Kesetiannya yang pertama kepada warga negara. Esensinya adalah disiplin melakukan verifikasi. Para jurnalis harus menjaga independensinya terhadap liputan mereka.

Jurnalisme harus berperan sebagai pengawas kekuasaan. Jurnalisme harus menyediakan forum untuk kritisisme dan kompromi publik. Jurnalisme harus berupaya keras membuat hal/orang penting menjadi menarik dan relevan. Jurnalisme harus menjaga berita tetap komprehensif dan proporsional. Para jurnalis harus bebas menggunakan hati nurani mereka.

Sebetulnya, baik nilai berita maupun elemen-elemen jurnalisme, dapat menjadi acuan juga dalam penulisan opini. Tinggal bagaimana penulis mengejawantahkan acuan-acuan itu kedalam beragam bentuk tulisan. Perbedaan format tulisan menuntut penyesuaian strategi yang dipengaruhi oleh panjang tulisan dan kepatutan gaya penulisannya.

Parakitri T. Simbolon (dalam Nusantara & Hamiyati, 1997: 6) membedakan tiga kegiatan jurnalistik menjadi reportase dasar (straight news), madya (news feature), dan lanjutan (news analysis).

Straight news menggunakan struktur piramida terbalik. Struktur penulisan semacam ini memudahkan penulisan dan penyuntingan. Tidaklah sulit menguasai struktur penulisan piramida terbalik. Hal yang sulit dalam penulisan berita langsung adalah sesnsivitas menagkap esensi berita atau masalah/fenomena yang patut diberitakan.

Fenomena yang muncul di permukaan dan karenanya mudah terlihat, memiliki asal-usul atau penyebabnya. Istilah jurnalistiknya adalah news peg, pasak berita atau pelatuk peristiwa. Hal inilah yang seharusnya menjadi perhatian utama dalam proses kreatif penulisan berita: bagai-mana menemukan esensi masalah dan memahami konteks sosialnya, kausalitas antarperistiwa. Pengetahuan yang luas dan pemahaman yang mendalam adalah prasyarat penulisan berita. (Subagio Budi Prajitno, dosen komunikasi UIN Bandung).*
————————————————————–
http://komunikasi.uinsgd.ac.id/proses-kreatif-menulis-fiksi-dan-nonfiksi/

Menulis Blog

Menulis Blog

Artikel yang sering kita baca di blog-blog di internet memiliki bermacam-macam variasi dan gaya penyajian. Dari segala macam gaya menulis di internet kita bisa menyimpulkan dampak positif maupun negatif yang dirasakan oleh pembaca seperti kita ini.

Salah satu efek negatif adalah isi bacaan tersebut sulit dipahami dan terkesan berbelit-belit. Sedangkan segi positif yang dirasakan pembaca adalah jika kita menjumpai artikel yang mudah dipahami. Hanya dalam sekali membaca kita sudah paham tanpa mengulanginya lagi dari atas.

Artikel yang enak dibaca akan membuat pengunjung blog senang dan ingat terus dengan blog tersebut. Dan orang yang bisa menulis artikel seperti itu merupakan ciri-ciri seorang penulis hebat. Oleh karena itu sempatkan juga anda membaca sebentar tentang 3 Hal Utama Yang Harus Dimiliki Oleh Penulis Artikel.

* Langsung ke topik. Untuk menciptakan tulisan yang enak dibaca kita harus memiliki beberapa pedoman berikut ini ketika kita sedang menulis.

1. Buatlah judul yang enak dibaca
Sebelum jauh-jauh anda menulis artikel, judul yang anda buat itu sendiri harus menarik dan mampu mengundang orang lain untuk ingin tahu. Anda bisa belajar dengan memperhatikan gaya judul ciptaan wartawan-wartawan di koran. Mereka adalah penulis profesional dan terlatih yang tidak asal-asalan dalam membuat judul. Hanya menggunakan beberapa kata saja judul yang mereka buat mampu membuat pembaca ingin tahu apa isinya.

Anda bisa memulainya dengan membuat judul unik dan bisa mewakili seluruh isi bacaan. Jika anda bisa merangkum seluruh isi bacaan menjadi sebuah kalimat dan menggunakannya sebagai judul postingan, maka dijamin artikel anda akan seo friendly dan menarik perhatian pembaca di mesin pencari.

2. Tulislah artikel yang anda mengerti
Anda jangan menulis sesuatu yang anda sendiri tidak tahu, karena hal itu hanya akan membuat tulisan anda sia-sia. Orang tidak akan mau membaca. Jika ada orang yang terlanjur membaca, mereka hanyalah orang-orang yang terjebak ke blog kita. Bagaimana kita bisa menulis dengan baik jika kita sendiri tidak memahami materi yang kita tulis. Maka, ketahuilah sesuatu lebih dulu, lalu menulislah. Sebagai contoh tentang cara menulis artikel paling mudah bisa anda baca di Cara Menulis Artikel Berkualitas di Blog Paling Mudah.

Atau anda juga bisa memulainya dengan menulis sesuatu dari mulai bangun tidur. Ketika anda bangun pagi dari tidur, anda bisa menulis aktivitas tersebut menjadi sebuat artikel. Misalnya menulis tentang cara merapikan tempat tidur yang baik dan rapi, kemudian menulis cara mandi yang bersih dan sehat, berikutnya lagi menulis cara merias wajah agar cantik atau ganteng, dan sebagainya. Bahkan tentang cara merias wajah saja jika kita kupas semuanya maka akan menjadi ratusan artikel yang bisa memenuhi blog anda. Jika ingin tahu contohnya silakan saja baca-baca majalah wanita atau situs-situs yang bertopik female.

3. Susun alur cerita dengan baik
Kalimat demi kalimat harus kita susun dengan teratur dari awal hingga akhir sesuai alur cerita. Sebagai contoh, anda menceritakan tentang perjalanan wisata anda. Maka pertama kali anda harus menulis tentang persiapan berangkat hingga dalam perjalanan, dan ini disebut pembuka. Selanjutnya anda menulis kalimat setiba di tempat tujuan, dan ini disebut isi cerita. dan terakhir adalah anda menulis perjalanan pulang hingga tiba di rumah, dan ini disebut penutup. Artinya, dalam suatu artikel harus ada 3 hal, yaitu: pembuka, isi dan penutup.

Alur cerita yang tertata rapi dari awal hingga akhir akan membuat pembaca bisa langsung memahami tulisan anda tanpa mengulanginya lagi dari atas. Alur cerita akan terasa mengalir dengan halus dan lembut tanpa terasa. Sudah jelas pembaca akan senang dan puas membaca tulisan anda. Tentunya mereka akan menilai bahwa tulisan anda berkualitas dan menyenangkan.

* Tapi jika tulisan anda tumpang tindih mulai atas hingga bawah, serta rapat sekali dan tidak ada jarak antara masing-masing kalimat, serta tidak ada perbedaan antara masing-masing paragraf, maka pembaca akan silau dan malas membacanya. Sehingga mereka tidak akan menemukan manfaat apapun di blog anda.

Jadi selama menulis gunakanlah ejaan yang baik dan benar, perhatikan kosa kata yang salah tulis, perhatikan panjang kalimat serta lengkapi dengan tanda baca agar pembaca bisa istirahat sementara, dan atur panjang paragraf serta jarak antara masing-masing bait dengan jelas agar mata pembaca tidak silau selama membaca tulisan anda. Hal-hal seperti ini sangatlah penting untuk menyajikan artikel yang sedap dilihat dan enak dibaca. Pembaca akan menikmati membaca dengan asyik tanpa terasa.

( i ) Itu adalah ciri-ciri tulisan karya seorang penulis hebat. Dan semua penulis hebat berawal dari bodoh. Dikarenakan mereka mau belajar maka akhirnya mereka menjadi pintar. Seperti juga dengan kita semua. Anda awalnya tidak tahu sama sekali tentang cara membuat blog, tapi sekarang ternyata anda menjadi seorang pemilik blog. Itu merupakan sebuah contoh bahwa anda adalah orang yang hebat, hanya saja anda tidak menyadarinya. Jika anda mau mengembangkannya lagi tentang cara menulis yang baik di blog, bisa jadi anda merupakan cikal bakal seorang penulis profesional.

^^ Sampai disini dulu sekilas coretan yang bisa saya bagikan buat teman-teman. Tulisan ini tidak boleh terlalu panjang karena akan membuat anda bosan dan kabur. Jadi menulis artikel itu secukupnya saja namun padat berisi. Jika anda ingin melanjutkan pengetahuan tentang cara menulis yang baik, silakan baca Cara Belajar Menulis Artikel Yang Berkualitas di Blog. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.
—————————————————————–
http://www.juragancipir.com/2014/04/cara-menulis-artikel-di-blog-yang-enak-dibaca.html

Menulis Biografi

Menulis Biografi

Biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios yang berarti hidup, dab graphien yang berarti tulis. Dengan kata lain biografi merupakan tulisan tentang hidup seseorang. Biografi, secara sederhana dapat dikatakan sebagai sebuah kisah riwayat hidup seseorang. Biografi dapat berbentuk beberapa baris kalimat saja, namun juga dapat berupa lebih dari satu buku.

Perbedaannya adalah, biografi singkat hanya memaparkan tentang fakta-fakta dari kehidupan seseorang dan peran pentingnya sementara biografi yang panjang meliputi, tentunya, informasi-informasi penting namun dikisahkan dengan lebih mendetail dan tentunya dituliskan dengan gaya bercerita yang baik.

Biografi menganalisa dan menerangkan kejadian-kejadian dalam hidup seseorang. Lewat biografi, akan ditemukan hubungan, keterangan arti dari tindakan tertentu atau misteri yang melingkupi hidup seseorang, serta penjelasan mengenai tindakan dan perilaku hidupnya.

Biografi biasanya dapat bercerita tentang kehidupan seorang tokoh terkenal atau tidak terkenal. Biografi tentang orang biasa akan menceritakan mengenai satu atau lebih tempat atau masa tertentu. Biografi seringkali bercerita mengenai seorang tokoh sejarah, namun tak jarang juga tentang orang yang masih hidup.

Banyak biografi ditulis secara kronologis. Beberapa periode waktu tersebut dapat dikelompokkan berdasar tema-tema utama tertentu (misalnya “masa-masa awal yang susah” atau “ambisi dan pencapaian”). Walau begitu, beberapa yang lain berfokus pada topik-topik atau pencapaian tertentu.

Biografi memerlukan bahan-bahan utama dan bahan pendukung. Bahan utama dapat berupa benda-benda seperti surat-surat, buku harian, atau kliping koran. Sedangkan bahan-bahan pendukung biasanya berupa biografi lain, buku-buku sebagai referensi atau sejarah yang memaparkan peranan subyek biografi itu.

Biografi adalah suatu kisah atau keterangan tentang hidup seseorang yang bersumber pada subjek rekaan (non-fiction / kisah nyata). Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekadar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang,tetapi juga menceritakan tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut yang menonjolkan perbedaan perwatakan termasuk pengalaman pribadi.

Macam-macam Biografi :

* Berdasarkan sisi penulis
* Berdasarkan Isinya
* Berdasarkan persoalan yang dibahas
* Berdasarkan penerbitannya

A. Berdasarkan sisi penulis

1. Autobiografi.
Ditulis sendiri oleh tokoh yang tercatat perjalanan hidupnya

2. Biografi.
Ditulis oleh orang lain, berdasarkan izin penulisan dibagi atas :
• Authorized biography, yaitu biografi yang penulisannya seizin atau sepengetahuam tokoh didalamnya.
• Unauthorized biography, yaitu ditulis seseorang tanpa sepengetahuan atau izin dari tokoh di dalamnya (biasanya karena telah wafat)

B. Berdasarkan Isinya
• Biografi Perjalanan Hidup, Isinya berupa perjalanan hidup lengkap atau sebagian paling berkesan.
• Biografi Perjalanan Karir, Isinya berupa perjalanan karir dari awal karir hingga karir terbaru, atau sebagian perjalanan karir dalam mencapai sukses tertentu.

C. Berdasarkan persoalan yang dibahas

Biografi politik.
yaitu penulisan tokoh-tokoh di negeri ini dari sudut politik. Dalam biografi semacam ini bahan-bahan dikumpulkan biasanya melalui riset. Namun, biografi semacam ini kadang kala tidak lepas dari kepentingan penulis ataupun sosok yang ditulisnya.

Intelektual biografi, yaitu biografi yang disusun melalui riset dan segenap temuan dituangkanpenulisnya dalam gaya penulisan ilmiah.

Biografi jurnalistik ataupun biografi sastra yaitu materi penulisan biasanya diperoleh dari hasil wawancara terhadap tokoh yang akan ditulis maupun yang menjadi rujukan sebagai pendukung penulisan. Ini lebih ringan karena Cuma keterampilan dan wawancara.

D. Berdasarkan penerbitannya

1.Buku Sendiri.
Penerbitan buku kategori ini dilakukan atas inisiatif penerbit dengan seluruh biaya penulisan, percetakan, danpemasaran ditanggung oleh produsen. Biografi jenis ini biasanya memuat kisah hidup tokoh-tokoh yang diperkirakan akan menarik perhatian publik.

2. Buku Subdisi.
Pembuatan buku jenis ini sebagian dibiayai oleh sponsor. Biasanya pola ini dilakukan pada buku-buku yang dari segi komersial diperkirakan tidak akan laku atau kalaupun bisa dijual harganya sangat tinggi sehingga tidak terjangkau.

Beberapa masalah dengan autobiografi adalah:

• Kecenderungan untuk melebih-lebihkan jika berbicara mengenai diri mereka, dan membuat opini seolah sebagai fakta.
• Tidak dapat dipastikan. Jika satu-satunya sumber dari suatu fakta mengenai salah seorang tokoh adalah diri tokoh tersebut sendiri, maka pembaca tidak dapat memastikannya. Pembaca tidak akan dapat memastikan harapan, mimpi, pemikiran, dan aspirasi tokoh tersebut. Walaupun mungkin benar, jika pembaca tidak dapat memastikan hal tersebut, hal tersebut tidak layak dipublikasikan.
• Orang sering memasukkan informasi ke dalam otobiografi yang belum pernah diterbitkan di tempat lain, atau merupakan hasil dari pengetahuan dari tangan pertama. Informasi semacam ini mengharuskan pembaca untuk melakukan riset primer untuk dapat memastikannya. (Sebagai contoh: Kecuali jika ukuran sepatu Anda, untuk suatu alasan yang luar biasa, telah menjadi pengetahuan publik, memasukkan ukuran sepatu Anda ke dalam artikel mengenai diri Anda adalah riset orisinal, karena untuk memastikan hal itu mengharuskan pembaca untuk datang kepada Anda dan mengukur kaki Anda sendiri.).

Pelaksanaan Penulisan Biografi:

TAHAP I : Diadakan pertemuan dengan klien untuk membicarakan rencana penulisan. Klien akan diberi penjelasan lebih jauh tentang sistem penulisan biografi yang kami terapkan serta hal-hal lain yang perlu diketahui klien. Klien kemudian menetapkan bentuk dan jenis biografi yang diinginkan.

TAHAP II : Keinginan klien akan kami bawa dalam pertemuan dengan sesama anggota kreatifnet untuk didiskusikan dan direncanakan. Setelah itu kami akan menghubungi klien untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut. Bila semuanya oke, akan diadakan penandatanganan kontrak penulisan.

TAHAP III : Hasil penyusunan dalam bentuk naskah tertulis akan diserahkan kepada klien untuk dikoreksi. pengoreksian oleh klien maksimal satu minggu. Setelah itu, naskah dikembalikan lagi kepada penulis.

TAHAP IV: Perbaikan serta pemrosesan akhir akan dilakukan. Bila ada yang kurang jelas, klien kembali akan diminta untukl memeberikan informasinya.

TAHAP V: Tahap penulisan dianggap selesai. Hasil akhir berupa naskah jadi dalam bentuk print-out dan CD yang akan diserahkan kepada klien. Untuk memperbanyak dalam bentuk buku atau CD akan diadakan pembicaraan lanjutan dengan klien.

Saat menulis biografi, seorang penulis berupaya menyajikan perjalanan kehidupan seorang tokoh. Biasanya, ungkapan ekspresi waktu yang bervariasi dapat menjadikan tulisan lebih menarik dan tidak menonton.

Selain itu Hal-hal yang perlu dilakukan dalam menulis sebuah biografi antara lain:
• Pilih seseorang yang menarik perhatian Anda.
• Temukan fakta-fakta utama mengenai kehidupan seseorang tersebut.
• Mulailah dengan ensiklopedia dan catatan waktu.
• Pikirkan, apa lagi yang perlu Anda ketahui mengenai orang itu, bagian mana dari hidupnya yang ingin lebih banyak Anda tuliskan.
• Beberapa pertanyaan yang mungkin dapat dijadikan pertimbangan misalnya:
1. Apa yang membuat orang ini istimewa atau menarik?
2. Dampak apa yang telah ia lakukan bagi dunia atau orang lain?
3. Kata sifat apa yang mungkin akan sering Anda gunakan untuk menggambarkan orang ini?
4. Contoh apa yang dapat dilihat dari hidupnya yang menggambarkan sifat tersebut?
5. Kejadian apa yang membentuk atau mengubah kehidupan orang itu?
6. Apakah ia mampu mengatasi rintangan tersebut? Apakah ia mengatasinya dengan mengambil resiko? Atau dengan suatu keberuntungan?
7. Apakah dunia akan menjadi lebih baik atau lebih buruk jika orang ini tidak pernah hidup? Bagaimana bisa dan mengapa?
8. Lakukan juga penelitian lebih lanjut dengan bahan-bahan dari perpustakaan atau internet untuk membantu Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas serta supaya cerita Anda lebih menarik.

Berikut ini ungkapan ekspresi waktu yang dapat digunakan. Menjelaskan hubungan waktu urutan peristiwaPertama kali, pada mulanya;o Pertama kali, pada mulanya;
• Kemudian,lalu,berikutnya,sesudahitu,setelahini, setelah /peristiwa/kejadian ini
• Akhirnya Untuk menunjukkan satu waktu
• Pada (usia/umur) 12, saat berusia 12 (tahun)
• Tahun lalu, tahun ini, tahun mendatang, tahun berikutnya, hari berikutnya setahun yang lalu Untuk menunjukkan periode waktu yang terus berlanjut. Selama masa remaja, waktu saya remaja, selama tiga tahun, untuk waktu yang lama. Sejak (awal periode yang terus berlanjut) Preposisi
• Di … (nama tempat, arah), pada … (tanggal/bulan/tahun)

Referensi :
– http://mgmpbinsmpbangkalan.blogspot.com/2008_02_01_archive.html
– http://68site.blogspot.com/2009/03/biografi.html
– http://pelitaku.sabda.org/bagaimana_menulis_biografi
——————————————————
http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/12/pengertian-biografi-serta-cara-menulis.html

Menulis Novel

Menulis Novel

Bagaimana cara menulis novel dengan baik dan benar?

Setidsaknya ada sembilan tahapan dalam menulis novel dengan baik dan benar. Berikut ini adalah sembilan tahapan dan penjabarannya:

1. Gaet pembaca pada paragraf pembuka dengan menyuguhkan konflik. Ini adalah cara membuat pembukaan novel yang ampuh dan menarik.

Contoh:
“Tolong…, tolooong…..”
Teriakan minta tolong terdengar keras dari balik pagar rumahku. Kami sekeluarga berhamburan keluar. Apakah Anda ikut mendengar teriakan pada contoh diatas, dan merasa ikut terlibat di dalamnya?
Ya, orang selalu suka dengan konflik.

Coba pikirkan ini, kejadian apa yang membuat orang berhamburan keluar rumah? Ya, bisa jadi diantaranya: perkelahian, kecelakaan, kebakaran, dan lain-lain. Orang sering bilang, bila tidak ada konflik maka tidak ada cerita. Dan bila Anda meletakkan konflik pada paragraf pembuka novel Anda, maka Anda akan menarik kuat perhatian pembaca.

2. Kembangkan karakter tokoh novel Anda. Bantu pembaca untuk memvisualkan karakter dengan mendesripsikan penampilan, tingkah laku dan pemikiran tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita. Ketika dia berbicara, ungkap karakternya. Kita ambil contoh OVJ dari peran seorang Andre.

“Nung, bapak kamu dokter jantung, ya?” Tanya Andre merayu dengan nada lembut.
“Kok, tau?”
“Iya, karena kamu telah membuat jantungku bergetar-getar.”
Nunung tersipu malu. Andre telah meluluhkan kebekuan dengan gombalan mautnya. Dia memang raja gombal.

Tiap orang dalam OVJ memiliki karakter yang berbeda-beda. Sule yang suka jahil dan paling lebai; Aziz yang hobi gagap dan selalu menjadi objek penyiksaan; Nunung yang memiliki wajah gadis ndeso walaupun berperan sebagai tokoh cantik sekalipun; Parto orang tua yang memiliki sifat kebapakan dan sering sekali difitnah mirip Ariel. Begitu juga dalam menulis karakter tokoh novel, Anda harus menjelaskan karakter mereka satu-satu.

3. Pilih sudut pandang penulisan cerita dalam novel Anda. Anda bisa berperan menjadi orang pertama (protagonis) dengan kata ganti aku, saya, kami, kita. Atau sudut pandang orang ketiga. Anda menjadi pengamat seperti menonton film. Kata ganti yang digunakan adalah ia, dia, mereka, -nya.

4. Buat dialog yang penuh arti. Tulis dialog yang penting-penting saja, yang ada tujuannya, yang langsung pada masalah, yang langsung menjelaskan, jangan berputar-putar, jangan bertele-tela, jangan hambar.

Contoh dialog dalam novel “Cinta di Dalam Gelas” karangan Andrea Hirata:

“Bisakah kawanmu itu mengajariku?”
“Maksud kakak?”
“Aku mau belajar main catur. Aku mau bertanding pada peringatan 17 Agustus nanti. Aku mau menantang Matarom.” Kami terperangah.
Dialog dalam novel diatas langsung pada inti masalah. Maryamah minta diajari main catur. Ia ingin sekali mengalahkan Matarom.

5. Tetapkan setting cerita dalam novel Anda. Ia mencakup waktu dan tempat. Setting waktu terdiri dari hari, tanggal, siang, malam, minggu, bulan, pagi, sore, tahun, dekade dan lain-lain.
Setting tempat dapat berupa lokasi seperti kota atau desa; keadaan lingkungan seperti bersih, kotor; suasana seperti ramai, lengang; cuaca seperti panas, dingin, dan lain-lain.

Deskripsikan setting yang penting saja yang mendukung pengembangan cerita novel Anda. Deskripsi harus MENARIK DUA ATAU LEBIH INDRA sehingga pembaca dapat ikut mengalami apa yang tokoh cerita alami.

Contoh:
Waktu: Tahun 700 Masehi
Tempat: Istana Kerajaan Majapahit. Di ujung tengah ruang terdapat singgasana raja berwarna keemasan; memiliki tangga naik; payung penaung; tempat duduk dayang dan para perdana menteri.
Untuk mudah memahami setting cerita novel yang baik dan menarik, bayangkan suatu setting panggung teater atau OVJ yang memiliki beberapa panggung. Setiap panggung memiliki backdrop atau latar panggung yang dihiasi gambar, perlengkapan dan pernak-pernik yang disesuaikan dengan adegan.

6. Mengatur plot dalam novel Anda. Apakah Anda tahu plot?
Baiklah saya jelaskan. Menurut Cellia Warren, plot adalah peristiwa yang berurutan yang disertai sebab akibatnya.
Perhatikan kalimat berikut: “Nenek bersikeras tinggal di rumah, tidak mau berobat di rumah sakit.”

Kalimat ini belum cukup mengandung unsur plot, karena belum memiliki unsur sebab akibat. Kita belum mengetahui alasan nenek bersikeras tinggal dirumah dan tidak mau berobat.

Namun bila kalimatnya diubah menjadi: “Nenek tidak bersikeras tinggal di rumah, tidak mau berobat di rumah sakit karena tak mau merepotkan orang yang bukan keluarganya.”

Kalimat kedua ini telah mengandung unsur sebab akibat. Nenek yang tidak mau merepotkan orang yang bukan keluarganya menjadi penyebabnya enggan berobat. Inilah yang disebut plot. Plot yang berkembang dalam cerita akan membuat pembaca membolak-balik halaman untuk mencari tahu apa yang akan terjadi sebelum atau selanjutnya.

Mengapa demikian?
Karena orang ingin melihat lebih jauh sebab-akibat sebuah kejadian dalam cerita. Alur cerita yang memiliki sebab akibat atau alur yang berangkat dari satu atau beberapa sebab menuju satu atau beberapa akibat atau sebaliknya disebut plot.
Ya, plot adalah inti novel yang wajib diperhatikan. Plot adalah inti dari cara membuat novel yang baik dan benar. Bila plotnya tertata baik dan logis, maka pembaca akan suka pada novel Anda. Novel Anda akan menjadi novel yang menarik bagi pembaca.

7. Mengarahkan klimaks pada novel Anda. Klimaks adalah puncak atau titik balik cerita. Ia adalah bagian yang paling dramatis dari cerita. Klimaks, terjadi ketika protagonis memahami apa yang sebaiknya dilakukan atau menyadari tindakan terbaik apa yang seharusnya diambil. Ketegangan yang mengganggu protagonis mengharuskan protagonis mengambil tindakan terbaik yang berujung pada konflik akhir atau klimaks.

Contoh satu bab Klimaks dalam novel:
“Budi menyadari kelalaiannya yang telah menyia-nyiakan waktu. Semester satu ia dibawah kendali game di internet. Semester dua masalah bertambah dengan memacari tiga gadis sekaligus . Semester tiga bertambah lagi satu masalah, narkoba, karena salah gaul. Ia melewati waktu kuliah dengan hari-hari suram dan menjauhi buku. Keadaan ini sangat kontras dengan masa kegemilangan di bangku sekolah. Jauh dirantau orang membuat Budi hilang kendali.

Ibu marah besar sampai nangis-nangis bersimpuh di depannya. Bapak menyetop uang jajan selama satu semester. Nenek ikut prihatin dan selalu ingin melihat cucunya bangkit. Budi ingat pesan terakhir nenek sebelum ia meninggalkan dunia, “Budi, ayo selesaikan kuliahmu. Nenek yakin kamu bisa bangkit dari pengaruh narkoba.” (Cerita berlanjut)

“Aaaahhh…..”, Budi meneriaki langit, mengangkat dua tinjunya tinggi ke atas. “Aku harus berubaaah…”
Ia tidak mau lagi dipermainkan kebiasaan buruk itu. hari ini adalah hari terakhir ujian semester empat. Malam ini adalah malam terakhir persiapan ujian. Ia harus mengejar nilai tinggi bila tidak mau dicap bego sama teman-temannya yang lain. (Cerita berlanjut)

Hari ini adalah hari keempat ujian semester empat. Hari-hari sebelumnya dia yakin telah mengumpulkan skor tinggi dalam ujian….. (Cerita berlanjut)

Hari kelima, egonya di bawah angin, nalarnya yang bermain kini. “Yes! yes! teriak Budi pelan setelah merasa yakin dengan kebenaran hasil perhitungan kimia yang dihadapinya dalam ujian. Sebuah keyakinan yang didasari pada sisa-sisa memori kegemilangan dalam bidang studi ini semasa SMA, nilai rapor yang selalu sembilan.

Sebuah perjuangan keras untuk menaklukkan soal-soal eksakta dengan otak yang agak sedikit eror. Namun Budi terus bangkit walau tertatih-tatih…(cerita berlanjut)

Hari ini adalah hari terakhir ujian semester empat. Dengan memanfaatkan kenangan kecerdasan yang tersisa, ia harus mengejar nilai tinggi untuk menyenangkan hati orang-orang yang menunggu hari kebangkitannya. (Cerita berlanjut dengan aktivitas rumit dalam ujian…)

Pada hari penentuan akhir nilai semester, mahasiswa bergerombolan mengelilingi papan pengumuman hasil ujian. Melihat itu, Budi pun berlari kesana. Berdesak-desakan, berhimpitan, Budi berusaha menerobos. Didalam benaknya terdapat tanda tanya besar akan nilai akhir ujiannya…

Dengan sedikit meliak-liukkan badannya, Budi sampai juga di depan papan pengumuman. Mengarahkan telunjuk dan memokuskan pandangan pada deretan nama dan angka pada papan. Tidak sampai semenit, Budi berhasil mendapatkan namanya, “Budi Tegar”. Ia kunci pandangannya, ia arahkan tangannya kekanan menuju nilai hasil ujian….

Spontan Budi berteriak senang dan syukur, “Yes, Alhamdulillah…..”, sejurus kemudian, ia menerobos keluar kerumunan, berlari dan melompat-lompat kecil. Di benaknya terisi penuh keinginan untuk meluapkan rasa, senang dan bangga. Rasa itu hendak diungkapkan kepada tiga orang yang selalu menunggu hari suksesnya. Ia sudah tidak sabar lagi menahannya. Teringat wajah ketiga orang yang ia sayangi itu. Ia katup bibirnya dan berkata mantap, “Bapak, Ibu, IPeKa Budi tiga koma limaaa!” dan ia lanjutkan ungkapan itu kepada satu orang yang sudah tidak lagi menginjakkan kakinya di atas dunia, “Nek, terima kasih atas nasehatnya. Budi berhasil.”

8. Menulis ending novel Anda. Ending adalah penyelesaian atas masalah. Anda bisa menulis ending yang terbuka atau ending yang tertutup. Ending tertutup adalah akhir cerita yang menunjuk pada penyelesaian masalah yang sudah tuntas. Sedangkan ending terbuka adalah ending yang konfliknya belum sepenuhnya selesai dan membuka peluang untuk berbagai penafsiran dari pembaca. Pada contoh diatas yang digunakan adalah ending tertutup. Masalah yang dihadapi si aktor utama sudah tuntas.

9. Terakhir adalah membuat Judul novel yang Menarik.
“Loh, kok judul malah dijelaskan terakhir?” Ya, saya letakkan tips “cara membuat judul novel” ini pada poin terakhir karena kebiasaan penulis novel memang demikian. Mereka lebih fokus memikirkan bagaimana cara membuat sinopsis novel, membuat kerangka novel atau outline novel, membuat pembukaan novel, membuat plot novel, membuat konflik dan klimaks ketimbang memikirkan bagaimana cara membuat judul novel. Bukan berarti judul novel tidak penting, tapi karena membuat judul novel itu lebih mudah dari hal-hal di atas.

Oke bagaimana cara membuat judul novel yang menarik?
Sebenarnya tidak ada standar baku dalam membuat judul novel. Intinya adalah tidak panjang. Pendek dua atau tiga kata. Dan harus keliatan CANTIK, MENARIK, MENYENTUH atau MENGGUGAH.
Yups, demikian Bagaimana tahapan menulis novel yang baik dan benar saya tulis, semoga bermanfaat. Baca juga artikel lainnya: Bagaimana cara menulis novel yang bagus, menarik, dan Best Seller. Atau ikuti juga Kursus Menulis Buku dengan saya langsung.
————————————————————-
http://caramenulisnovel.com/cara-menulis-novel/sembilan-tahapan-menulis-novel-yang-baik-dan-benar.htm

Menulis Buku

Menulis Buku

Di bawah ini adalah 5 Rumus Ajaib Belajar Menulis Buku.

1. Knowledge Is Power (Pengetahuan Adalah Kekuatan)

Knowledge is power. Dalam menulis buku, Anda butuh pengetahuan. Bila Anda tahu cara menulis buku yang baik dan benar, Anda akan sangat beruntung karena akan ada banyak buku yang akan Anda terbitkan.

Memiliki pengetahuan yang tepat sama dengan memiliki kekuatan yang besar. Coba bayangkan, bila Anda tahu sebuah tambang emas. Juga Anda tahu cara mengeksplorasinya, maka Anda akan sangat bahagia. Bahkan Anda adalah orang yang paling bahagia di dunia ini karena Anda memiliki power yang luar biasa, pengetahuan.

Untuk mendapatkan pengetahuan, kuncinya hanya satu: Belajar.

Bila suka belajar, Anda akan tahu. Namun sebaliknya, cobalah tidak belajar, dunia Anda akan gelap. Anda tidak akan bahagia karena Anda tidak tahu tambang emas Anda.

Begitu pula, untuk mendapatkan pengetahuan menulis buku, kuncinya hanya satu: Belajar.

Bila Anda mau dan suka belajar, Anda akan tahu. Namun bila Anda menganggap belajar itu mahal, maka cobalah ketidaktahuan. Ketidaktahuan jauh lebih mahal harganya. Bila Anda tidak tahu bagaimana cara RAHASIA menulis buku yang baik dan benar, maka menulis buku akan menjadi masalah besar bagi Anda. Seperti lumrah orang berkata, apa saja yang tidak Anda ketahui, tidak dapat menolong Anda.

2. Work is a pleasure (Bekerja Itu Menyenangkan)

Work is a pleasure. Bila Anda tahu tambang emas, serta hal yang berkaitan dengannya, dan Anda bekerja dengan senang hati, maka Anda telah berada di jalur yang benar. Anda sedang meniti jalan menuju sukses.

Untuk menciptakan satu buku, Anda harus menulis dengan senang dan bergembira. Anda harus seperti sedang menangguk emas. Anda harus menulis dengan ringan dan mengalir, tidak ada beban, tidak ada tekanan.

Namun bila menulis masih terasa berat bagi Anda, berarti Anda belum menganggap menulis buku sebagai sesuatu yang berharga seperti emas.

Bila demikian, Anda harus tetap menulis, jangan berhenti. Tenang saja karena merasa berat dalam memulai segala hal adalah biasa. Coba ingat-ingat lagi saat Anda pindah atau bergaul dengan lingkungan dan orang baru, Anda merasa berat dan kaku, kan?

Begitu juga dalam memulai menulis, apalagi sudah mulai menulis buku, Anda akan merasa berat menjalankannya. Akan ada banyak halangan dan rintangan yang akan merayu Anda untuk tidak menyelesaikan tulisan atau buku Anda.

Tips untuk keluar dari situasi ini adalah dengan menyadari dan percaya bahwa, keadaan seperti ini adalah biasa dalam memulai sesuatu. Untuk menggapai tujuan, orang harus berusaha dan berjuang terlebih dahulu, no pain, no gain…

3. No Pain No Gain (Bila Tidak Ada Kesakitan, Maka Tidak Ada Hasil)

Akan ada banyak pain (kesakitan), akan ada banyak masalah sepanjang jalan menuju tambang emas Anda (Gain). Memang demikianlah aturan mainnya. Dan untuk itu, Anda harus bekerja keras untuk mengusahakan sesuatu yang sangat Anda inginkan.

Jika semua lancar lancar saja, jika semuanya mudah mudah saja seperti semudah membalikkan telapak tangan, maka impian Anda mungkin terlalu kecil, atau sesuatu itu tidak layak diimpikan. Impian yang besar, biasanya, kesakitan atau tantangannya juga besar!

Apakah Anda pernah atau bahkan sering mendengar pernyataan di atas?

Ya, satu sikap wajib yang harus diambil seorang penulis yang bijak ketika halangan dan rintangan itu terus menghadang adalah: Terus berjuang dan Never Give Up, jangan menyerah….

4. Never Give up (Jangan Menyerah)

Bila sudah mempunyai knowledge,

Anda sudah menulis dengan senang hati,

Anda telah menghadapi banyak masalah dan ia sangat suka menghadang Anda,

maka…

Lakukan terus, never give up, jangan menyerah.

Bila Anda give up maka Anda tidak akan sampai sukses mendulang banyak emas. Anda tidak akan sampai menerbitkan buku.

Jangan mudah menyerah. Sebenarnya, dengan melakukan tiga hal di atas: Mau belajar, bekerja dengan senang hati, bekerja keras, Anda sudah dekat dengan puncak kesuksesan. Anda sudah berada di track yang benar. Pensil, pena, keyboard komputer Anda adalah saksinya. Kursi, meja, lantai dan dinding kamar Anda telah melihat usaha Anda. Keluarga, teman, tetangga Anda juga tahu bahwa Anda telah melakukan hal yang benar.

Anda hanya butuh selangkah lagi untuk sukses. Anda hanya butuh keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil dalam hidup ini bila Anda telah berada di track yang benar.

5. Nothing is impossible (Tidak Ada yang Mustahil)

Percayalah bahwa segalanya adalah mungkin bagi orang yang sungguh-sungguh. Segalanya akan terjadi bila Anda telah menulis dengan segenap jiwa, dengan seluruh raga, dengan semua doa.

Apalagi sudah banyak orang yang sukses dalam menulis buku. Anda harus lebih yakin lagi bahwa Anda pun bisa seperti mereka. Bila sudah ada satu, dua, tiga orang telah berhasil menangguk emas, maka hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil bagi orang keempat, kelima, keenam untuk melakukan hal yang sama.

Apakah Anda sepakat dengan pernyataan ini?

Langkah-langkah menulis buku itu sudah jelas. Contoh suksesnya berseliweran. Tips-tipsnya sudah banyak bertebaran di buku, di internet dan di pelatihan menulis. Anda tinggal contek dan ikuti semangat dan kiat-kiat keberhasilan mereka.

Anda harus yakin dan percaya bahwa Anda bisa menangguk emas, menerbitkan buku kesayangan Anda, seperti orang lain yang telah sukses melakukannya. Bila Anda yakin, Anda pasti bisa menerbitkan buku Anda. Bila Anda yakin, jangankan satu buku, seratus buku pun bisa Anda tulis dan terbitkan.
—————————————————-

5 Rumus Ajaib Belajar Menulis Buku

Menulis Sebagai MOtivasi

Menulis Sebagai MOtivasi

Kehidupan sehari-hari sering membuat Anda lelah, bahkan frustrasi. Kelelahan ini, bagaimanapun juga dapat membuat Anda dalam keadaan resah di mana Anda merasa benar-benar tidak ada energi untuk bergerak maju, baik di dalam karir, pendidikan, atau apa pun.

Ingat bahwa bergerak melewati perasaan ini dan mendapatkan kembali motivasi sepenuhnya di tangan Anda. Karena itu, cobalah beberapa tips sederhana untuk memotivasi diri sendiri.

1. Memberikan hadiah
Memberikan hadiah bisa menjadi salah satu teknik untuk memotivasi diri sendiri. Jika Anda mengalami kesulitan memulai sebuah proyek, mengatakan kepada diri sendiri bahwa jika Anda berhasil menyelesaikannya, Anda akan memberikan diri Anda hadiah kecil. Cara lainnya, berikan diri Anda secangkir cokelat hangat dari tempat langganan Anda atau belilah sepasang sepatu favorit untuk diri sendiri sebagai dorongan untuk meningkatkan motivasi.

2. Beristirahat sejenak
Jika Anda begitu stres menghadapi rutinitas harian Anda dan merasa hilang motivasi, maka untuk sementara cobalah ‘melarikan diri’ dari situasi ini untuk menjernihkan pikiran dan mendapatkan awal baru yang segar. Anda bisa mengubah fokus Anda, beristirahat dengan tidur siang, membaca novel, mendengarkan musik, atau menonton film favorit. Kadang-kadang, istirahat sejenak adalah semua yang Anda butuhkan untuk meremajakan pikiran Anda.

3. Menulis
Menulis bisa menjadi sarana terapi untuk meningkatkan perspektif Anda pada situasi jika Anda merasa benar-benar tanpa motivasi. Anda bisa menulis di kertas ataupun membuat sebuah blog sebagai sarana Anda untuk menulis. Anda bisa menulis berbagai hal yang ingin Anda capai dalam hidup, bercerita mengenai kehidupan Anda, ataupun bercerita tentang pencapaian karir Anda.

4. Lupakan yang lalu
Beberapa orang membiarkan hal buruk yang terjadi di masa lalu terus membayanginya sehingga dapat menghambat kehidupan yang sekarang. Karena pernah melakukan kesalahan, bukan berarti Anda akan melakukan kesalahan yang sama juga nantinya. Lupakan apa yang terjadi dapat memotivasi Anda untuk berbuat yang lebih baik. (eHow/Kabar24.com)
————————————————
http://www.ciputraentrepreneurship.com/discussion/4-cara-memotivasi-diri-sendiri

Teknik Menulis Hemingway

Teknik Menulis Hemingway

Teknik Penulisan Ernest Miller Hemingway (1899-1961) adalah peletak standar fiksi Amerika (khususnya cerpen). Ezra Pound (1885-1972, penyair dan kritikus asal Amerika; kerap disebut sebagai penyairnya penyair) menjuliki Hemingway sebagai penulis prosa dengan gaya terbaik di dunia.

Apakah rahasia menulis dari Hemingway?
Salah satu kiatnya kita sebut saja sebagai “Teknik Gunung Es“. Gunung Es mengapung di dalam air dan hanya kelihatan 1/8 bagian. 7/8 bagian dari gunung es berada dalam kedalam air dan tidak kelihatan.

Demikianlah, dalam menulis fiksi hendaknya:
1/8 fakta-fakta terpampang dengan jelas dalam narasi. Sementara 7/8 bagian cerita berupa struktur pendukung, lengkap dengan simbolisme, berada jauh di kedalaman.
Hemingway menceritakan apa yang tokoh-tokohnya lakukan (adegan) dan katakan (dialog). Bukan apa yang mereka pikir dan rasakan. Dengan kata lain, Hemingway memperlihatkan kepada pembaca tanpa benar-benar memberi tahu mereka. Show don’t tell (perlihatkan, jangan memberi tahu).

Apa yang menarik dari “Teknik Gunung Es” ini?

• Membebaskan imaginasi pembaca. Ketika membaca cerpen-cerpen Hemingway, kita diajak untuk menikmati adegan dan dialog tokoh-tokoh di dalamnya sementara itu imaginasi kita melayang-layang membayangkan apa sebenarnya yang terjadi diantara para tokoh tersebut. Imaginasi satu pembaca dengan pembaca yang lain bisa jadi berlainan -tergantung pada pengalaman pembaca-, justru itulah yang hendak dituju.

Salah satu kenikmatan membaca adalah kenikmatan dalam berimaginasi. Seorang teman pernah berkomentar mengenai kenikmatan membaca sebuah novel dengan menonton film dari novel yang sama. Dia mengatakan “Saya lebih suka membaca novelnya daripada menonton film-nya, karena film telah merampas sebagian besar dari kenikmatan imaginasi saya”.

• Sebagian besar orang tidak ingin didekte. Hikmah yang dibalut dengan cerita dan hanya bisa dibuka ketika pembaca berpikir lebih dalam, lebih terasa nikmat daripada hikmah yang disajikan secara vulgar.

• Menimbulkan kesan yang lebih mendalam. Pembaca diajak berpikir, bukan hanya membaca. Dengan demikian melibatkan lebih banyak perhatian dan kesan yang mendalam setelah membacanya.
——————————————————
http://megasiana.com/ayomenulis/teknik-gunung-es-ala-hemingway/#more-82

Teknik Menulis Opini

Teknik Menulis Opini

“Yang Ditulis Mengabadi, Yang Diucapkan Berlalu Bersama Angin”

MENULIS opini adalah menyebarluaskan gagasan. Seseorang mentransfer ide dan gagasannya ke ruang publik melalui tulisan. Dia memasuki ranah publik, berusaha memengaruhi publik, dan gagasannya diterima atau diperdebatkan.

Menulis opini sesungguhnya mengasah otak, menajamkan pikiran, dan menantang munculnya ide-ide baru. Yang juga penting, menulis opini sama halnya dengan menantang pendapat orang dengan argumentasi yang siap diperdebatkan. Menulis opini berarti memberikan wawasan dan pengetahuan untuk orang lain. Karenanya, menulis opini mestinya dilakukan dengan hati, kesukacitaan, kegembiraan membagi gagasan serta ilmu pengetahuan.

Hampir semua halaman surat kabar menyediakan rubrik opini. Topik yang dimuat beraneka ragam. Bisa soal masalah sosial, politik, agama, pertanian, perkebunan, kesehatan, pertambangan, hukum, dan lain sebagainya.

Media mengungkapkan gagasan pun semakin tak terbatas. Bergegasnya kemajuan teknologi membuat berbagi gagasan melalui surat kabar dan majalah menjadi sedikit kuno. Ada berbagai cara yang lebih modern, antara lain blog, You Tube, Facebook, dan Twitter. Presiden Amerika Barack Obama, misalnya, dikenal amat piawai mengoptimalkan teknologi jejaring sosial untuk kampanye dan sosialisasi kebijakan, antara lain dalam soal reformasi sistem jaminan kesehatan.

Opini dan Kolom

Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan Balai Pustaka mengartikan ”opini” sebagai ”pendapat; ”pikiran,” atau ”pendirian,”. Opini memang bisa diartikan sebagai pandangan seseorang tentang suatu masalah. Tidak sekadar pendapat, tetapi pendapat yang bisa dipertanggungjawabkan dengan berdasar dalil-dalil ilmiah yang disajikan dalam bahasa yang lebih populer.

Karena itulah, untuk menulis opini juga dibutuhkan riset. Riset bertujuan mencari penguat dari argumentasi penulis untuk membangun gagasannya. Opini inilah yang ditulis dan dituangkan dalam bentuk ”artikel.”

Ada juga bentuk tulisan opini yang disebut ”kolom”. Tulisan jenis ini bersifat ”lebih cair” dalam hal gaya bahasa dan gaya penyampaiannya. Penulis kolom biasanya tidak saja mereka yang dikenal memiliki keahlian dalam bidang yang ditulisnya, tapi juga memiliki style –gaya yang khas. Itu sebabnya si penulis disebut ”kolomnis”.

Bagaimana Menjadi Penulis Opini:

Dengan melihat rangkaian di atas, maka di sini untuk menulis opini dibutuhkan:
1. Pengetahuan akan bidang/masalah tertentu –memiliki kompetensi
2. Rumuskan ide atau gagasan yang akan ditulis
3. Argumentasi yang membangun dan mengukuhkan gagasan
4. Memahami teknik menulis
5. Memiliki pengetahuan bahasa
6. Memahami pengetahuan tentang media

Kompetensi

Penulis opini memiliki otoritas akan bidang yang memang layak bagi dia untuk diketengahkan kepada masyarakat. Ini bekal utama seorang penulis opini. Jika ia ahli pertanian, tentu masyarakat akan percaya akan seluk beluk tanaman yang ditulis daripada yang menulis seorang sarjana hukum. Pengetahuan bidang tertentu ini sangat penting, terutama untuk ”legitimasi” diri seorang penulis di depan publik.

Ide dan Gagasan

Inilah barang termahal yang dimiliki penulis, siapa pun penulis itu. Ide bisa tumbuh dari mana pun. Penulis yang terlatih tidak pernah kehabisan ide untuk menulis opini. Gagasan bisa muncul di mana pun, kapan pun, seperti motto Coca-Cola.

Misalnya, seorang penulis membaca media tentang tinggi harga sawit yang terus melonjak selama beberapa tahun terakhir. Penulis opini kemudian mendapat ide, menampilkan fluktuasu harga sawit dan menganalisis penyebabnya. Mungkin lantaran peningkatan permintaan dunia, kekhawatiran pemanasan global, semakin menyempitnya lahan sawit, atau karena unsur spekulasi bursa komoditi.

Argumentasi Gagasan

Argumentasi ini sesungguhnya pasti dimiliki seseorang jika orang itu memang menulis bidangnya. Ini memang berkaitan dengan nomor 1 (pengetahuan bidang yang dimilikinya). Argumentasi penting karena di sinilah pembaca akan mengetahui ”kadar” keilmuan seorang penulis opini. Semakin kuat dan logis argumentasi yang ditampilkannya, maka akan semakin memperkuat gagasan yang ditulisnya.

Teknik Penulisan Opini

Penulisan opini di media massa berbeda dengan penulisan di media ilmiah. Pembaca media massa sangat beragam. Karena itu, penulisan opini di media massa harus memakai bahasa yang komunikatif, tidak bertele-tele, dan ringkas. Kecenderungan pembaca kini adalah membaca tulisan yang tidak panjang, enak dibaca, dan gampang dicerna.

Pengetahuan Bahasa

Kegagalan penulis opini dari kalangan ilmiah biasanya terletak pada penggunaan bahasa. Penulis opini dari latar belakang ilmiah harus belajar untuk memakai bahasa yang gampang dimengerti masyarakat, sehingga bahasa yang ditulisnya, efektif, efisien, dan mudah dimengerti. Jika pun penulis opini ingin menampilkan istilah asing, ia harus pula mencari padanan dalam bahasa Indonesia. Penulis opini bahkan tidak usah khawatir untuk menampilkan idiom-idiom bahasa daerah jika dipandang menarik.

JANGAN SEKALI-KALI MENGANGGAP PEMBACA SAMA TAHUNYA SEPERTI ANDA. Harus dipahami bahwa pembaca adalah anak SMA yang tentu saja belum pernah berkenalan dengan Republik-nya Plato, dialektika Hegel dan Marx, atau teori komunikasi Habermas. Bahasa yang sederhana, jernih, disampaikan melalui kalimat-kalimat pendek akan lebih mudah dipahami ketimbang paragraf panjang penuh istilah ilmiah. Beberapa kata yang tidak efektif bisa dipangkas untuk menghasilkan tulisan yang padat. Misalnya, ”oleh,” ”yang”, ”untuk”, adalah,” ”itu,” ”tersebut” dll.

Pengetahuan Media

Pengetahuan tentang media adalah hal penting yang perlu diketahui penulis opini agar tulisannya bisa dimuat. Penulis opini, dengan mempelajari sebuah media massa, akan bisa melihat apakah sebuah media memberi perhatian kepada masalah-masalah yang digeluti sang penulis opini itu atau tidak. Penulis harus tanggap bentuk tulisan opini yang dituntut media. Model kritik seperti apa yang disukai redaktur, langsung atau tidak langsung, keras atau halus.

Kenali pula kalender dan artinya. Misalnya, hari pangan sedunia bisa dimanfaatkan untuk mengirimkan tulisan tentang krisis pangan, hari air sedunia adalah momentum untuk mengangkat topik pentingnya pengelolaan sumber air, dan hari bumi adalah momentum penting untuk membawa topik penggundulan hutan pada rubrik opini.

Mulai Dari Mana?
Mulai dari yang paling mudah: menulis. Just do it, kata Nike. Tulis saja. Seperti belajar naik sepeda, jatuh-bangun itu biasa. Yang penting adalah mencoba.

Teknik Menulis Opini
1. Judul
2. Alinea Pembuka
3. Isi (Batang Tubuh)
4. Alinea Penutup (Ending)

Judul Harus Menarik
Penulis opini mesti membuat judul tulisannya dengan menarik. Judul haruslah memikat. Syarat untuk judul seperti ini: Tidak Panjang (cukup tiga atau empat kata) dan memakai kata-kata yang tidak klise, menggugah. Judul tidak mesti dibuat lebih dulu. Bisa belakangan, setelah tulisannya selesai.

Alinea Pembuka dan Lead
Lead adalah bagian penting sebuah tulisan. Lead seperti etalase, dia harus dibuat menarik. Lead adalah kalimat pembuka. Ia seperti kail yang menarik minat pembaca. Ia seperti lokomotif yang membuat mata dan pikiran pembaca untuk terus mengikuti kalimat dan buah pemikiran penulis.
Lead harus menarik, tidak memakai pemikiran yang klise, dan kalimatnya tidak panjang. Lead ini berfungsi untuk membawa pembaca untuk mengerti masalah apa yang akan dibicarakan oleh penulis opini. Lead adalah bagian penting dari alinea pembuka.

Isi Tulisan (Batang Tubuh)
Inilah ”daging” sebuah opini. Disinilah penulis menuangkan gagasan dan ide-idenya. Dengan demikian secara ringkas bagian ini berisi:
– gagasan apa yang ditawarkan, tesis yang dikemukakan.
– argumentasi kenapa pentingnya gagasan/ide/pemikirannya
– contoh-contoh dengan menampilkan data-data yang relevan dan menunjang.
– keuntungan dan kerugian jika gagasan itu diterapkan atau tidak diterapkan.

Alinea Penutup (Ending)
Bagian ini bisa dibilang merupakan kesimpulan dari tulisan opini. Kendati penutup, penulis opini tetap harus menganggap ini bagian penting. Untuk mengulang dan mengingatkan pembaca akan gagasan yang ditawarkannya.

Kendati tiga bagian di atas merupakan hal penting untuk menulis opini, sesungguhnya tetap saja diperlukan panduan agar tiga hal itu menjadi kesatuan yang enak untuk dibaca –juga menulisnya.
Untuk ini dibutuhkan apa yang disebut OUTLINE. Outline adalah semacam alur yang dibuat dengan mencantumkan segala hal yang direncanakan akan dituangkan pada sebuah opini. Outline ini juga untuk mengingatkan penulis agar tetap fokus atau tidak lupa pada hal-hal yang sejak awal ia tetapkan untuk ditulis. Outline bentuknya adalah pointer-pointer.
——————————————————————————-
https://www.facebook.com/notes/adib-tamami/teknik-menulis-opini/482025408474788